Dulu kalau mau masak enak, pasti buka buku resep tebal yang dijilid kulit. Sekarang? Chef kelas dunia malah lebih sering ngandalin aplikasi di HP. Kok bisa?
Gue perhatiin ini waktu makan di restoran bintang Michelin di Bangkok. Dari dapur, chefnya malah bolak-balik liat tablet. Awalnya dikira cek email. Ternyata dia buka aplikasi masak. Nggak nyangka kan?
Alasan Chef Profesional Beralih ke Digital
Pertama, update resep langsung masuk. Kemarin ada chef bilang, “Resep kuah pho ini sudah saya revisi 3 kali tahun ini. Versi buku sudah ketinggalan.” Aplikasi bisa update real-time, bahkan ada notifikasi kalau ada perubahan.
Kedua, fitur pencarian yang nggak bisa ditandingin buku. Coba bayangin cari resep “ayam pedas low-carb” di buku vs aplikasi. Di buku mungkin perlu bolak-balik halaman. Di aplikasi? Tinggal ketik, langsung muncul 20 variasi.
Yang paling gila menurut gue: timer otomatis. Pas masak rendang contohnya, aplikasi bisa kasih reminder: “Aduk santan sekarang” atau “Kecilkan api dalam 15 menit”. Chef-restoran sibuk bisa masak 5 menu sekaligus tanpa khawatir lupa step penting.
Ada satu restoran di Jakarta yang kasih tau gue: mereka pake aplikasi khusus yang bisa kalkulasi bahan untuk 50 porsi otomatis. Kalau pake buku, harus hitung manual satu-satu. Bisa bikin salah jumlah bumbu.
Tapi nggak semua aplikasi bagus. Chef Marco (enggak perlu sebut nama asli) bilang, “Saya buang 4 aplikasi sebelum nemu yang benar-benar sesuai standar profesional.” Katanya sih yang bagus harus bisa:
– Set timernya multiple untuk step berbeda
– Ada fitur konversi measurement (gram ke ounce, dll) otomatis
– Bisa bikin catatan pribadi di tiap resep
Yang lucu, banyak chef justru nggak pake aplikasi populer kayak Yummy atau Cookpad. Mereka lebih pilih aplikasi khusus kayak Mise en Place atau ChefTap. Katanya sih lebih cocok untuk kebutuhan profesional.
Pertanyaannya: apakah buku resep akan punah? Kayaknya nggak juga. Chef senior banyak yang masih koleksi buku langka. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari di dapur modern, gadget sudah jadi senjata utama.
Ngomong-ngomong, pernah liat chef bawa HP ke dapur? Jangan kira dia main game. Bisa aja dia sedang konsultasi sama aplikasi masaknya…
Leave a Reply